YJI : Kematian Akibat Penyakit Jantung Lebih Tinggi Daripada Kanker

banner 160x600

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: berita/index.php

Line Number: 88

Backtrace:

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/application/views/gadis/berita/index.php
Line: 88
Function: _error_handler

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/application/controllers/Content.php
Line: 214
Function: view

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/index.php
Line: 294
Function: require_once


Women face

Palu, Faktasulteng.com – Pengurus Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Sulawesi Tengah masa bhakti 2017-2022 dilantik serta dikukuhkan oleh Ketua Umum YJI Syahlina Zuhai usai melakukan senam jantung sehat di Halaman Pogombo Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Jumat 8 September 2017.

Dalam sambutannya, Syahlina Zuhai mengatakan, YJI berdiri sejak tahun 1974 dari upaya kemanusiaan dalam membantu gadis kecil bernama Dewi Sartika untuk menjalani operasi jantung, Setelah 48 tahun berlalu YJI tetap berkiprah dalam menyelamatkan masyarakat Indonesia.

“Penyakit jantung dan pembuluh darah menyebabkan lebih dari 17 juta kematian di seluruh dunia, lebih tinggi dari penyebab kematian lainnya seperti kanker maupun diabetes, oleh karena itu kesadaran masyarakat akan bahaya penyakit jantung harus terus dilaksanakan,” tegas Ketua Umum YJI kepada tim Faktasulteng.com, Jumat (8/9/17).

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten Administrasi Umum dan Organisasi, Mulyono SE MM menyampaikan YJI harus tanggap mengantisipasi dan bisa menyusun langkah yang strategis serta tepat untuk melakukan pencegahan, seperti penyuluhan kepada generasi muda termasuk kepada anak-anak yang sejalan dengan program kratif sesuai zaman kini.

“Dulu saat Yayasan Jantung Indonesia dibentuk tanggal 9 November 1981, penyakit jantung dan pembuluh darah baru menduduki urutan ke sebelas sebagai penyebab kematian di Indonesia, namun masalah penyakit Jantung kini menjadi masalah yang berkembang dan cukup kompleks,” sebutnya.

Sehingga menurutnya, penting untuk dilakukan peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya gaya hidup sehat, dengan melibatkan semua pihak, termasuk partisipasi perusahaan nasional maupun multinasional dalam menyalurkan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di bidang kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan jantung.

Adapun susunan kepengerusan YJI Sulawesi Tengah berdasarkan surat keputusan nomor: 10/YJI/SK/III/2017, Penasehat; Gubernur Provinsi Sulteng, Hj Zalzulmida A.I Djanggola SH CN, Drs H Murad U Nasir M.Si dan Drs H Baharuddin HT M.Si.

Ketua; Drs H Mohammad Hidayat M.Si, Wakil Ketua; Hj Dra Derry B Djanggola M.Si, Drs H Ichwan, H Moh Hajir Hadde Se MM, H Hasan Tawil BBA, Sekertaris; Yamin L Toana SH, Wakil Sekertaris; Sarifa Maloho SH, Bendahara; Afrina, Wakil Bendahara; Yusmiati S.Pd serta susunan pengurus lainnya. (Lik)