Soal Pelecehan Organisasi, Alumni Desak HMI Cabang Palu Nyatakan Sikap

Women face

Palu, faktasulteng.com - Sejumlah alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) mendesak pengurus HMI cabang Palu untuk menyatakan sikap, atas dugaan pelecehan Organisasi HMI yang dilakukan di media sosial belum lama ini. "Harusnya ada kepastian tindakan oleh pengurus, apakah dilaporkan ke aparat penegak hukum atau diambil jalan damai dengan menemui oknum itu," kata Fauzi Lamboka di Palu, Ahad (3/9/17).

Menurut Fauzi, jika kasus ini dibiarkan begitu saja dan tidak ada tindakan serta pernyataan sikap, maka sangat besar kemungkinan bagi oknum lainnya, untuk mengikuti tindakan itu."Tidak hanya HMI, organisasi mana pun, ketika dinyatakan sebagai organisasi pembunuh, pastinya semua kader dan alumni akan marah," ujarnya.


Fauzi menilai pernyataan yang disampaikan oknum itu melalui media sosial, merupakan bagian dari ujaran kebencian, yang dapat dijerat dengan undang-undang informasi dan transaksi elektronik (ITE). Disaat sekarang ini bangsa dan negara sedang menguatkan diri kesatuan dan persatuan bangsa, masih ada orang-orang yang ingin memecah belahnya, hanya untuk kepentingan individu dan kelompoknya. "Kalau dilaporkan, biarkan aparat hukum bekerja, apakah dia bersalah atau tidak," imbuhnya.

Sementara itu disisi lain Usman Da’i selaku Demisioner Ketum HMI Komisariat Ekonomi cabang palu 1997-1999, Eks Pengurus PB HMI 2000-2002, dan Eks Bendahara Umum PB HMI 2002-2004 dan sekarang menjadi Alumnus HMI itu, menganggap bahwa oknum yang mengatakan HMI sebagai organisasi pembunuh belum memahami sejarah tentang kemahasiswaan dan kepemudaan di Indonesia. "Sangat tendensius melihat satu persoalan kasusistik dan begitu propokatif masalah yang dihadapkan pada organisasi sekelas HMI saat ini melalui oknum-oknum, mungkin oknum tersebut belum tau banyak apa hmi itu”, ungkap usman.


Menurut Usman, HMI sebagai organisasi kemahasiswaan tertua telah banyak menciptakan tokoh-tokoh nasional dari segala segmen baik politisi, akademisi, pengusaha, birokrasi dan lain lain. "HMI juga banyak menciptakan kader-kader yang baik, kalaupun ada yang tidak baik itu adalah oknum", Ungkapnya.

"Bahkan Jendral Sudirman pernah mengatakan 'HMI adalah Harapan Masyarakat Indonesia' karena ikut berjuang mempertahankan negara tercinta ini”, tutup usman.

Seperti yang diberitakan sebelumnya bahwa Kader Himpunan mahasiswa islam (HMI) di Kota Palu, baru baru ini  digegerkan dengan komentar pedas salah seorang pemuda pada sosial media facebook. Pemuda yang di akun facebooknya bernama Abdie Molly’s itu disinyalir menuliskan ungakapan yang dianggap dapat menyinggung seluruh kader HMI bahkan Alumni dimanapun berada.

Dalam komentarnya Abdie menuliskan 'kok bangga menjadi kader organisasi pembunuh'. Iya menuliskan itu pada postingan Ramadhan yang saat itu membagikan link publik-news.com yang berisi mengenai Cerita Panglima TNI Soal HMI Ikut Membubarkan PKI dan Menjaga Pancasila dengan tagar Bangga jadi kader HMI. (Fiq)