Demonstrasi Cipayung Plus Sulteng Tolak Genosida Muslim Rohingya

banner 160x600

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: berita/index.php

Line Number: 88

Backtrace:

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/application/views/gadis/berita/index.php
Line: 88
Function: _error_handler

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/application/controllers/Content.php
Line: 214
Function: view

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/index.php
Line: 294
Function: require_once


Women face

Palu, faktasulteng.com - Cipayung Plus Sulawesi Tengah yang terdiri dari Badan Kordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (BADKO HMI), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) melakukan aksi demo menolak kekerasan yang terjadi pada etnis Rohingnya di Myanmar , aksi ini di laksanakan di kantor DPR Provinsi Sulawesi Tengah pada hari Senin (4/9/17).


"Kita datang kemari sebagai wujud aspirasi yang kemudian langsung kami sampaikan ke kantor DPR, tuntutan yang kemudian kita lahirkan dalam sebuah petisi dengan gabungan semua organisasi dan komponen, itu kemudian bisa di rapatkan ke dalam dan kemudia di dorong ke DPR RI" ucap Moh Sidiq Djatola, Ketua BADKO HMI Sulteng di depan gedung DPR Provinsi Sulteng.


Adapun tuntutan dari aksi tersebut :
1. Presiden Jokowi atas nama Negara Republik Indonesia harus menyatakan sikap pembelaan terhadapat masyarakat Muslim Rohingnya
2. Presiden jokowi harus melakukan langkah-langkah kongkrit dalam menyelesaikan kejahatan kemanusiaan terhadap etnis Rohingnya
3. Presiden Republik Indonesia harus memutuskan hubungan bilateral dengan pemerintah Myanmar
4. Pemerintah Republik Indonesia harus mendesak komite Nobel agar mencabut Nobel perdamaian dari pemimpin Myanmar, Aung San Suu Kyi
5. Pemerintah Republik Indonesia sebagai anggota PBB harus mendesak PBB untuk menyelesaikan kasus kekejaman terhadap etnis Rohingnya
6. Masyarakat indonesia harus turut memberikan bantuan, dalam bentuk materi maupun non materi terhadapa etnis Rohingnya.


Dalam aksi tersebut , massa aksi bertemu dengan perwakilan anggota DPR Provinsi Sulteng, Yahdi Basma. "DPRD provinsi mendukung langkah Cipayung Plus hari ini, DPRD Provinsi bersifat kolektif kolegial dan oleh karena itu tugas konstitusional yang melekat pada DPRD Provinsi hari ini di emban oleh Yadi Basmah dan Maskur yang kebetulan berkantor hari ini, maka hari ini pula tidak perlu menggunakan fasilitas rapat karena ini aspiras yang berkembang secara signifikan dan urgent" Ucap Yahdi,  Politisi Nasdem itu.


Hingga pukul 12.30 wita massa aksi membubarkan diri dengan tertib dan di kawal oleh anggota kepolisian. (WW)