Badko HMI Sulteng Kecam Tindakan Genosida Muslim di Myanmar

banner 160x600

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property of non-object

Filename: berita/index.php

Line Number: 88

Backtrace:

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/application/views/gadis/berita/index.php
Line: 88
Function: _error_handler

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/application/controllers/Content.php
Line: 214
Function: view

File: /home/u4402709/public_html/faktasulteng_com/index.php
Line: 294
Function: require_once


Women face

Palu, Faktasulteng.com - Tragedi kemanusiaan yang kembali di alami umat Muslim Rohingya di Myanmar mendapat reaksi dari masyarakat muslim Indonesia, tanpa terkecuali badko HMI Sulawesi Tengah.

Sidik Djatola, SH selaku Ketua Umum Badko HMI Sulawesi Tengah saat ditemui Tim Faktasulteng.com mengaku mengecam tindakan tersebut. "Di beberapa titik di negara bagian Rakhine, aksi militer dan ekstrimis Myanmar menyebabkan korban berjatuhan. Apapun yang melatar belakangi persitiwa berdarah tersebut, militer tidak di benarkan menyerang warga sipil dan menciderai hak-hak dasar muslim Rohingya", ungkap Sidik, Sabtu (2/9/17).

Hal itu dipertegas lagi melalui pernyataan Sikap Badko HMI Sulawesi Tengah yang berisi sebagai berikut.

1. Mengutuk keras tindakan genosida yang di lakukan oleh Pemerintah, Militer, dan Ektrimis Myanmar terhadap Muslim Rohinya.

2. Sebagai negara mayoritas muslim terbesar di dunia, mendesak pemerintah Indonesia dalam ham ini Presiden Jokowidodo untuk pro aktif melakukan langkah-langkah kongkrit untuk memberikan solusi dan penyelesaian terhadap kejahatan kemanusiaan yang di lakukan Pemerintah, militer dan Ekstrimis Myanmar.

3. Mendesak Pemerintah indonesia sebagai Negara ASEAN terbesar untuk menghentikan kezaliman terhadap Muslim Rohingya.

4. Meminta PBB dan Lembaga Hak Asasi Manusia ( HAM) agar berlaku adil terhadao umat islam. Karena umat islam adalah bagian dari masyarakat dunia.

5. Pemerintah indonesia harus mendorong pemerintah myanmar untuk memberikan perlindungan serta upaya pemulihan ke amanan terhadap Muslim Rohingya.

6. Mendesak pemerintah untuk memutus hubungan diplomasi di segala bidang.
7. Meminta kepada Pemerintah Indonesia agar mendesak Komite Nobel mencabut Nobel perdamaian dari pimpinan Myanmar, Aung San Suu Kyi.

8. Mengintruksikan kepada Ketua-Ketua Umum HMI Cabang dan seluruh kader di Kabupaten/Kota dalam lingkungan BADKO sulteng untuk melakukan Aksi Peduli terhadap kejahatan kemanusiaan yang di lakukan oleh pemerintah, militer dan Ekstimis Myanmar terhadap Muslim Rohingya.

Tertanda, Ketua Umum Badko HMI Sulteng dan Sekretaris Umum Badko HMI Sulteng. (**)